Menerobos Hujan & Angin
Ini aku jadi ingat...
Bulan Juni kemarin, menjelang magrib, aku ngajak jalan kaki si bocil umur 3 tahun ke jalan raya depan komplek buat fotokopi dan print.
Eh... di tengah jalan malah hujan deras dong... ⛈️🌧️😭
Kami cuma bawa satu payung yang ukurannya lumayan kecil. Kalau sendirian sih masih aman. Tapi ini bawa bocil. 🙈
Aku langsung bingung.
Mau balik? Sudah setengah jalan.
Mau lanjut? Masih lumayan jauh juga.
Yang bikin makin panik, aku sadar nggak bakal kuat gendong si bocil lama-lama. 🤣 Maklum... badanku mini, sedangkan bocil umur 3 tahun itu ternyata berat juga ya. 😅
Akhirnya aku putuskan untuk tetap jalan.
Pelan-pelan menerobos hujan dan angin. ☔
Eh... sementara aku sibuk mikirin gimana caranya biar nggak kehujanan, si bocil malah asyik main kubangan air. 🤣🤣
Sampai di tempat fotokopi, celana kami berdua sudah basah.
Wajah si bocil sempat agak pucat. Mungkin mulai kedinginan. Untung aku bawa beberapa potong kue. Setelah makan... mood-nya langsung balik lagi. 😁
Pas pulang, kami beli jas hujan.
Dan lucunya... sepanjang perjalanan pulang, si bocil malah teriak-teriak sambil nyanyi. Senangnya bukan main. 😂💗
Happy ending. 😄
Lesson to learn
Sering kali kita lebih banyak cemas memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Padahal saat kita terus melangkah, satu per satu jalan keluar akan muncul. Hujan memang tidak berhenti saat itu, tetapi kami menemukan cara untuk tetap melanjutkan perjalanan. Bahkan di tengah hujan, ternyata masih ada tawa, nyanyian, dan kebahagiaan yang tidak kami duga.
Komentar
Posting Komentar